SATUAN KEGIATAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Tema/Topik
|
Mengurangi kejenuhan pasien anak di Rumah Sakit
|
Judul
|
Mengurangi rasa jenuh pasien anak-anak dirumah sakit
dengan kreasi sederhana
|
Bidang Bimbingan
|
Belajar dan Sosial-Pribadi
|
Kompetensi
|
Pasien anak dapat menjalani proses penyembuhan dengan baik
|
Sub Kompetensi
|
-
Pasien anak tidak banyak
mengeluh
-
Pasien anak tidak banyak rewel
-
Pasien anak bisa sedikit
menghilangkan kejenuhannya selama proses penyembuhan
|
Tujuan
|
Memberikan latihan agar pasien terhibur dan tidak rewel
|
Materi
|
Mengurangi kejenuhan dengan berkreasi
|
Indikator
|
-
Pasien semangat minum obat
-
Pasien bisa tenang di Rumah
Sakit
-
Pasien bisa berkreasi bersama
|
Teknik Layanan
|
Latihan
|
Fungsi Layanan
|
Aktif dan kreatif
|
Media
|
-
Kertas origami
-
Spidol
-
Tali
|
Metode dan Teknik
|
Art and Crafts
|
Waktu
|
60 menit
|
Sasaran
|
Pasien anak yang berusia sekitar 5-8 tahun
|
Jumlah Peserta
|
5-10 orang
|
PROSES KEGIATAN
|
|
a.
Eksperientasi
|
1.
Tahap awal:
- Pembimbing membuka
sesi dengan mengucapkan salam dan menyapa para pasien anak
- Pembimbing
menjelaskan secara singkat maksud dan tujuan pertemuan kelompok, bentuk
kegiatan dan waktu yang akan ditempuh serta peran pasien anak dan pembimbing
dalam pertemuan tersebut
- Kegiatan diawali
dengan berdoa
2.
Tahap Peralihan
- Pembimbing menyiapkan media yang akan di gunakan dalam
bimbingan kelompok yaitu membagikan kertas origami dimana masing-masing
pasien anak akan mendapat dua buah kertas origami
- Pembimbing mulai
menjelaskan apa maksud dari memberi kertas-kertas origami tersebut kepada
para pasien anak.
3.
Tahap Inti/Kegiatan
- Pembimbing memberi
tahu bahwa kita kali ini akan membuat kreasi origami berbentuk burung.
- Pembimbing memegang
satu kertas origami untuk contoh pembuatan kreasi burung dari kertas origami
yang akan diikuti oleh para pasien anak
- Pembimbing
melakukan tahapan demi tahapan untuk membentuk kertas origami tersebut agar
menjadi suatu kreasi berbentuk burung.
- Pembimbing
melakukan tahapan demi tahapan dengan perlahan agar para pasien anak bisa
mengikuti tahapan yang dicontohkan oleh pembimbing
- Setelah kertas
origami tersebut telah menjadi burung kertas, maka pembimbing menyediakan
tali untuk di pasangkan ke badan burung kertas agar burung kertas bisa
bergantungan.
- Lalu pembimbing
menyuruh para pasien untuk memberi nama di bagian sayap burung kertas.
- Pembimbing
menyarankan untuk menggantungkan burung kertas itu di rumah pasien anak
masing-masing. Dengan begitu pasien anak akan semangat untuk cepat sembuh
agar burung kertas itu bisa digantungkan dirumah mereka masing-masing.
4.
Tahap akhir/penutup
- Pembimbing
menyarankan untuk menggantungkan burung kertas itu di rumah mereka
masing-masing. Dengan begitu pasien anak akan semangat untuk cepat sembuh
agar burung kertas itu bisa digantungkan dirumah mereka masing-masing.
|
b.
Identifikasi
|
Pembimbing mengidentifikasi apa respon dan tanggapan para
pasien anak selama proses berlangsung dari awal hingga akhir. Adakah yang
sikapnya biasa-biasa saja dan adakah yang sikapnya semakin ceria dan semangat
setelah melakukan kegiatan tersebut.
|
c.
Analisis
|
Pembimbing mengajak pasien untuk menganalisis pengalaman latihan dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Bagaimana perasaannya
bisa membuat burung kertas yang rapi pada percobaan pertama?
2.
Apa yang akan kalian lakukan jika lain waktu
merasa jenuh/bosan ?
|
d.
Generalisasi
|
-
Pembimbing merefleksikan kembali pengalaman dan
perasaan yang dialami pasien ketika membuat kreasi bersama-sama
-
Pembimbing memberikan motivasi agar semangat
dalam proses penyembuhan dan bisa melakukan penyembuhan dengan baik dengan
tidak menampakkan sifat rewel dan jenuh
-
Pembimbing mengarahkan tentang pentingnya
memiliki kreatifitas
|
e.
Evaluasi dan Refleksi
|
1.
Proses
Selama kegiatan berlangsung dilakukan evaluasi yaitu apakah semua peserta
memperlihatkan antusiasme yang tinggi, peserta terlibat secara aktif, tidak
terjadi konfik dan peserta memperlihatkan pemahaman terhadaap apa yang
disampaikan oleh pembimbing, maka kegiatan yang dilakukan dapat dikatakan
berhasil
2.
Hasil
Penilaian ini berkaitan dengan pemahaman peserta tentang pokok materi,
misalnya jika peserta dengan tekun mengikuti arahan pembimbing dengan tertib,
berarti kegiatan bimbingan telah berhasil dengan baik.
|
Penyelenggara
|
Pembimbing
|
Tindak Lanjut
|
Mengatasi kejenuhan dengan berkreasi bersama
|
Lampiran
|
Lihat lampiran materi
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar