Jumat, 16 Desember 2016

SATUAN KEGIATAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK




SATUAN KEGIATAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK


Tema/Topik
Mengurangi kejenuhan pasien anak di Rumah Sakit
Judul
Mengurangi rasa jenuh pasien anak-anak dirumah sakit dengan kreasi sederhana
Bidang Bimbingan
Belajar dan Sosial-Pribadi
Kompetensi
Pasien anak dapat menjalani proses penyembuhan dengan baik
Sub Kompetensi
-          Pasien anak tidak banyak mengeluh
-          Pasien anak tidak banyak rewel
-          Pasien anak bisa sedikit menghilangkan kejenuhannya selama proses penyembuhan
Tujuan
Memberikan latihan agar pasien terhibur dan tidak rewel
Materi
Mengurangi kejenuhan dengan berkreasi
Indikator
-          Pasien semangat minum obat
-          Pasien bisa tenang di Rumah Sakit
-          Pasien bisa berkreasi bersama
Teknik Layanan
Latihan
Fungsi Layanan
Aktif dan kreatif
Media
-          Kertas origami
-          Spidol
-          Tali
Metode dan Teknik
Art and Crafts
Waktu
 60 menit
Sasaran
Pasien anak yang berusia sekitar 5-8 tahun
Jumlah Peserta
5-10 orang
PROSES KEGIATAN
a.       Eksperientasi
1.   Tahap awal:
-    Pembimbing membuka sesi dengan mengucapkan salam dan menyapa para pasien anak
-    Pembimbing menjelaskan secara singkat maksud dan tujuan pertemuan kelompok, bentuk kegiatan dan waktu yang akan ditempuh serta peran pasien anak dan pembimbing dalam pertemuan tersebut
-    Kegiatan diawali dengan berdoa
2.   Tahap Peralihan
-    Pembimbing  menyiapkan media yang akan di gunakan dalam bimbingan kelompok yaitu membagikan kertas origami dimana masing-masing pasien anak akan mendapat dua buah kertas origami
-    Pembimbing mulai menjelaskan apa maksud dari memberi kertas-kertas origami tersebut kepada para pasien anak.
3.   Tahap Inti/Kegiatan
-    Pembimbing memberi tahu bahwa kita kali ini akan membuat kreasi origami berbentuk burung.
-    Pembimbing memegang satu kertas origami untuk contoh pembuatan kreasi burung dari kertas origami yang akan diikuti oleh para pasien anak
-    Pembimbing melakukan tahapan demi tahapan untuk membentuk kertas origami tersebut agar menjadi suatu kreasi berbentuk burung.
-    Pembimbing melakukan tahapan demi tahapan dengan perlahan agar para pasien anak bisa mengikuti tahapan yang dicontohkan oleh pembimbing
-    Setelah kertas origami tersebut telah menjadi burung kertas, maka pembimbing menyediakan tali untuk di pasangkan ke badan burung kertas agar burung kertas bisa bergantungan.
-    Lalu pembimbing menyuruh para pasien untuk memberi nama di bagian sayap burung kertas.
-    Pembimbing menyarankan untuk menggantungkan burung kertas itu di rumah pasien anak masing-masing. Dengan begitu pasien anak akan semangat untuk cepat sembuh agar burung kertas itu bisa digantungkan dirumah mereka masing-masing.
4.         Tahap akhir/penutup
-    Pembimbing menyarankan untuk menggantungkan burung kertas itu di rumah mereka masing-masing. Dengan begitu pasien anak akan semangat untuk cepat sembuh agar burung kertas itu bisa digantungkan dirumah mereka masing-masing.
b.      Identifikasi
Pembimbing mengidentifikasi apa respon dan tanggapan para pasien anak selama proses berlangsung dari awal hingga akhir. Adakah yang sikapnya biasa-biasa saja dan adakah yang sikapnya semakin ceria dan semangat setelah melakukan kegiatan tersebut.
c.       Analisis
Pembimbing mengajak pasien untuk menganalisis pengalaman latihan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1.      Bagaimana perasaannya bisa membuat burung kertas yang rapi pada percobaan pertama?
2.      Apa yang akan kalian lakukan jika lain waktu merasa jenuh/bosan ?
d.      Generalisasi
-          Pembimbing merefleksikan kembali pengalaman dan perasaan yang dialami pasien ketika membuat kreasi bersama-sama
-          Pembimbing memberikan motivasi agar semangat dalam proses penyembuhan dan bisa melakukan penyembuhan dengan baik dengan tidak menampakkan sifat rewel dan jenuh
-          Pembimbing mengarahkan tentang pentingnya memiliki kreatifitas
e.       Evaluasi dan Refleksi
1.      Proses
Selama kegiatan berlangsung dilakukan evaluasi yaitu apakah semua peserta memperlihatkan antusiasme yang tinggi, peserta terlibat secara aktif, tidak terjadi konfik dan peserta memperlihatkan pemahaman terhadaap apa yang disampaikan oleh pembimbing, maka kegiatan yang dilakukan dapat dikatakan berhasil
2.      Hasil
Penilaian ini berkaitan dengan pemahaman peserta tentang pokok materi, misalnya jika peserta dengan tekun mengikuti arahan pembimbing dengan tertib, berarti kegiatan bimbingan telah berhasil dengan baik.
Penyelenggara
Pembimbing
Tindak Lanjut
Mengatasi kejenuhan dengan berkreasi bersama
Lampiran
Lihat lampiran materi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar